Asap – asap penjajahan

Kepulan asap membutakan mataku…

Perih tertusuk – tusuk,, harum meja cukai dan cukong tembakau…

Gagah berdiri tersangga kepala – kepala buruh…

 

Berisik petang tangisan anak petani…

Menanti bapaknya membawa sepikul lembaran tembakau…

Tak sadar mata mereka tertutup rapat dinding – dinding berdasi dan plat merah…

 

Tangisan mereka terbentur meja – meja tak berdecit…

Menginjak – injak rakyat kecil…

Kuhisap cerutu kelobot jagung…

Terasa pahit, karena hati tahu…

Kau hisap filter – filter itu…

Terasa manis karena hatimu mati…

 

Candu mulai merebak..

Petani candu dengan tembakau..

Buruh candu dengan upah – upah belenggu kreatifitas…

Rumah sakit mual dengan pasien – pasien berasap…

Juru cukai candu dengan jejelan – jejalan recehan jahanam…

Dan cukong menari dengan ombak yang nenghantam pertiwi yang ringkih…

Dan semua buta karena asap – asap penindasan…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s